Jumat, 29 Juni 2012

hantu berwajah putih

Hujan baru saja berhenti turun. Udara malam terasa dingin menusuk tulang. Untuk kesekian kalinya Shasa melihat ke arah jalan di muka rumah. Mama belum juga pulang. Setengah jam yang lalu mama menelepon. Ia masih terjebak macet di jalan. Di musim hujan seperti sekarang ini, di mana-mana memang sering terjadi macet.
Telepon rumah berbunyi. Dilihatnya Tante Ria yang menemaninya di rumah bergegas mengangkat gagang telepon. Shasa kembali melihat keluar. Duhhh.. kapan sih mama pulang?
“Sabar Sha.. Nanti juga mama pulang.” Tante Ria yang sudah menyelesaikan percakapannya di telepon berusaha menghibur Shasa.
“Tadi itu telepon dari mama ya?” tanya Shasa sambil memalingkan pandangannya.
“Bukan. Tadi itu telepon dari Om Iwan. Katanya dia gak bisa menelepon ke rumahnya. Jadi dia minta tolong kita ke rumahnya dan memberitahu istrinya. Siapa tahu letak gagang telepon di rumah mereka tidak pas,” kata Tante Ria.
Shasa melongokkan kepalanya. Rumah Om Iwan letaknya berhadapan dengan rumah Shasa. Dilihatnya pintu rumah Om Iwan tertutup.
“Mungkin Tante Puspa sedang pergi. Tuhh.. pintunya tertutup,” kata Shasa mengemukakan pikirannya. Tante Puspa itu nama istri Om Iwan.
“.. tapi itu mobilnya ada,” bantah Tante Ria.
“Siapa tahu perginya gak naik mobil. Lagian kok Om Iwan gak nelepon ke handphone Tante Puspa?” tanya Shasa.
“Tadi juga Tante Ria sudah bertanya seperti itu tapi kata Om Iwan handphone Tante Puspa sedang diperbaiki.” Tante Ria menjelaskan.
“Bagaimana kalau Shasa pergi ke rumah Om Iwan, nge-cek apakah Tante Puspa ada di rumah sekaligus menyampaikan pesan Om Iwan?”
Shasa tampak ragu-ragu mendengar permintaan tantenya itu.
“Shasa takut ah..,” kata Shasa.
“Lohh.. takut apa?” tanya Tante Ria.
“Ngg.. rumah di sebelah rumah Om Iwan kan kosong,” kata Shasa setengah berbisik.
“Lohh.. memangnya kalau ada rumah kosong kenapa?” Tante Ria tampak bingung.
“Ngg.. gini loh tante, katanya kalau rumah kosong itu suka ada hantunya. Nanti kalau hantunya muncul di tembok pembatas rumah Om Iwan bagaimana?” Suara Shasa terdengar semakin lirih.
Sesaat Tante Ria hanya bisa bengong sebelum akhirnya sambil tersenyum berkata, “Aduh.. Sha.. Yang seperti itu kan hanya ada di film atau sinetron!”
Ragu-ragu Shasa melihat ke arah rumah Om Iwan kemudian ke rumah di sebelahnya yang tampak gelap.
“Gini deh, Tante Ria tungguin di pintu pagar,” kata Tante Ria lagi.
“Ayo dong Sha.. Itu kan sama saja berbuat kebaikan.” Tante Ria memanas-manasi Shasa yang belum juga bergerak.
“Iya deeehh..” Akhirnya Shasa bangkit dari duduknya. Ditunggui Tante Ria yang berdiri di pintu pagar, Shasa menyeberang jalan menuju rumah Om Iwan.
Shasa mendorong pintu pagar rumah Om Iwan. Eh, ternyata tidak terkunci! Berarti Tante Puspa ada di rumah. Masa’ meninggalkan rumah tanpa mengunci pintu pagar?
“Assalamu’alaikum,” Shasa mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah Om Iwan. Tidak terdengar jawaban. Sekali lagi Shasa mengulangi salamnya dan kembali mengetuk pintu. Duhh.. kemana sih Tante Puspa?
Shasa melihat ke arah rumah kosong di sebelah rumah Om Iwan. Tembok yang memisahkan kedua halaman rumah tidaklah tinggi. Shasa bisa melihat ranting-ranting pohon yang ada di halaman rumah itu bergoyang-goyang di hembus angin malam. Tiba-tiba Shasa teringat apa yang ditakutkannya tadi. Hantu itu menampakkan wujudnya di tembok pembatas rumah. Hiii…
Pakai masker bengkoang :)Baru saja Shasa akan mengetuk pintu lagi ketika daun pintu di hadapannya perlahan terbuka. Shasa baru akan membuka mulutnya ketika dilihatnya Shasa seraut wajah berwarna putih muncul. Tanpa menunggu lebih lama lagi ia membalikkan badannya dan berlari meninggalkan rumah Om Iwan.
Tak dipedulikannya Tante Ria yang berlari menyongsongnya. Shasa baru berhenti setelah sampai di teras rumahnya. Dengan nafas tersengal-sengal ia buru-buru masuk ke dalam rumah. Dari balik jendela dilihatnya Tante Ria masuk ke dalam rumah Om Iwan dan berbicara dengan ‘hantu berwajah putih’ itu di teras rumah. Waduuuhh… Tante Ria kok berani sekali ya?
Tak lama kemudian Tante Ria sudah kembali. Tak ada tanda-tanda ketakutan di wajahnya. Yang ada malah senyuman.
“Hayooo.. kenapa tadi Shasa lari?” tanya Tante Ria.
“Itu siapa sih?” Shasa balik bertanya. Nafasnya sudah tak lagi tersengal-sengal. “Wajahnya kok putih gitu?”
“Aduh.. Sha.. Itu kan Tante Puspa,” Tante Ria menjawab sambil susah payah menahan tawa. “Tante Puspa itu sedang memakai masker bengkoang di wajahnya. Makanya wajahnya jadi putih.”
Shasa terbengong-bengong mendengar penjelasan Tante Ria.
“Lagian Tante Puspa pake masker bengkoang segala sih.. Shasa kirain itu hantu.”
Tante Ria tertawa mendengarnya.
“Nih, Sha, tadi tante Puspa menitipkan coklat buat Shasa. Tante Puspa minta maaf sudah membuat Shasa terkejut sampai lari ketakutan.”
Sambil nyengir Shasa menerima coklat yang disodorkan Tante Ria. Coklat dari Tante puspa? Hmmm… nyam..nyam…nyam...

Cerita tentang candi cino.

Kabupaten Muaro Jambi yang merupakan bagian dari Provisni Jambi kaya akan peninggalan bersejarah yang tak ternilai harganya. Sayangnya peninggalan-peninggalan ini masih banya yang belum ditemukan dan dirawat sebagai mana mestinya. Salah satunya adalah suatu situs candi yang terdapat di desa Kemingking Dalam, kecamatan Tanggo Rajo. Di desa ini terdapat beberapa gundukan batu yang pada awalnya tidak dianggap sebagai apapun oleh warga sekitar. Namun, ketika lapisan tanah yang menumpuk sedikit demi sedikit mulai luntur, maka terlihatlah bahwa gundukan batu itu merupakan sebuah candi.

Warga tidak terlalu mengetaui tentang asal muasal dari candi ini. Penelitian tentang candi inipun baru saja dilakukan dan belum diketahui hasilnya. Sesuatu yang dapat diyakini kebenarannya adalah candi ini mungkin berasal dari masa suatu kebudayaan budha karena bentuk arsitekturnya yang tidak terlalu berbeda dengan candi yang terletak di situs candi muaro jambi.

Cerita tentang candi ini banyak berkembang di masyarakat desa Kemingking Dalam. Ada berbagai versi cerita tentang candi yang sering disebut warga sebagai candi Cino. Salah satunya adalah bahwa di jaman dahulu kala ketika sistem perdagangan internasional yang memasuki kerajaan Jambi masih dilakukan melalui aliran sungai Batanghari, banyak orang asing yang berkunjung bahkan menetap di Jambi termasuk di Desa Kemingking Dalam. Dari sekian banyak pedagang yang datang dan pergi ini, ada sekumpulan pedagang yang berasal dari negeri Cina.

Pedagang dari negeri Cina ini sering melakukan perjalanan bisnis ke daerah Jambi melalui aliran sungai Batanghari dan ketika mereka berkunjung ke wilayah Jambi mereka akan menetap untuk beberapa waktu karena telah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan. Karena mereka berasal dari Cina dan beragama Buddha maka mereka kemudian membangun candi yang mereka gunakan untuk kepentingan ibadah mereka selama mereka berada di wilayah Jambi. Karena hubungan mereka dengan raja atau penguasa di masa cukup baik, mereka diberi ijin untuk mendirikan kompleks candi untuk peribadatan mereka. Karena candi itu dibangun oleh pedagang dari negeri Cina, candi itu kemudian disebut sebagai candi Cino, disesuaikan dengan lafal masyarkat sekitar.

Hingga kini masa demi masa telah berlalu, masa perdagangan yang gemilang itu telah lama berakhir demikian pula dengan fungsi candi yang telah dibangun tersebut semakin lama semakin terkubur hingga beberapa waktu lalu kembali ditemukan keberadaannya oleh warga sekitar. Kini segala pelestarian kebudadayaan kuno ini tergantung kepada pemerintah daerah dan pusat serta kerjasama masyarakat sekitar untuk menjaga warisan budaya bangsa ini.




Kabupaten Muaro Jambi yang merupakan bagian dari Provisni Jambi kaya akan peninggalan bersejarah yang tak ternilai harganya. Sayangnya peninggalan-peninggalan ini masih banya yang belum ditemukan dan dirawat sebagai mana mestinya. Salah satunya adalah suatu situs candi yang terdapat di desa Kemingking Dalam, kecamatan Tanggo Rajo. Di desa ini terdapat beberapa gundukan batu yang pada awalnya tidak dianggap sebagai apapun oleh warga sekitar. Namun, ketika lapisan tanah yang menumpuk sedikit demi sedikit mulai luntur, maka terlihatlah bahwa gundukan batu itu merupakan sebuah candi.

Warga tidak terlalu mengetaui tentang asal muasal dari candi ini. Penelitian tentang candi inipun baru saja dilakukan dan belum diketahui hasilnya. Sesuatu yang dapat diyakini kebenarannya adalah candi ini mungkin berasal dari masa suatu kebudayaan budha karena bentuk arsitekturnya yang tidak terlalu berbeda dengan candi yang terletak di situs candi muaro jambi.

Cerita tentang candi ini banyak berkembang di masyarakat desa Kemingking Dalam. Ada berbagai versi cerita tentang candi yang sering disebut warga sebagai candi Cino. Salah satunya adalah bahwa di jaman dahulu kala ketika sistem perdagangan internasional yang memasuki kerajaan Jambi masih dilakukan melalui aliran sungai Batanghari, banyak orang asing yang berkunjung bahkan menetap di Jambi termasuk di Desa Kemingking Dalam. Dari sekian banyak pedagang yang datang dan pergi ini, ada sekumpulan pedagang yang berasal dari negeri Cina.

Pedagang dari negeri Cina ini sering melakukan perjalanan bisnis ke daerah Jambi melalui aliran sungai Batanghari dan ketika mereka berkunjung ke wilayah Jambi mereka akan menetap untuk beberapa waktu karena telah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan. Karena mereka berasal dari Cina dan beragama Buddha maka mereka kemudian membangun candi yang mereka gunakan untuk kepentingan ibadah mereka selama mereka berada di wilayah Jambi. Karena hubungan mereka dengan raja atau penguasa di masa cukup baik, mereka diberi ijin untuk mendirikan kompleks candi untuk peribadatan mereka. Karena candi itu dibangun oleh pedagang dari negeri Cina, candi itu kemudian disebut sebagai candi Cino, disesuaikan dengan lafal masyarkat sekitar.

Hingga kini masa demi masa telah berlalu, masa perdagangan yang gemilang itu telah lama berakhir demikian pula dengan fungsi candi yang telah dibangun tersebut semakin lama semakin terkubur hingga beberapa waktu lalu kembali ditemukan keberadaannya oleh warga sekitar. Kini segala pelestarian kebudadayaan kuno ini tergantung kepada pemerintah daerah dan pusat serta kerjasama masyarakat sekitar untuk menjaga warisan budaya bangsa ini.




Dikutip dari cerita rakyat masyarakat sekitar Desa Kemingking dengan perubahan dan gubahan seperlunya

kontribusi Prawitri Thalib [pwi_fansclub @yahoo.com]

ANGGUR MENAMBAH DAYA INGAT

Mengonsumsi jus anggur dapat mengurangi risiko penurunan daya ingat. Tetapi, anggur yang diolah menjadi jus, harus anggur yang berwarna ungu atau purple grape. Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.
Penelitian dilakukan dengan melibatkan 12 orang yang mengalami penuruanan daya ingat. Selama 12 minggu mereka secara teratur mengonsumsi jus anggur ungu. Partisipan yang terlibat penelitian, juga teratur menjalani menjalani tes daya ingat selama tiga bulan. Hasilnya terlihat perkembangan daya ingat yang cukup pesat setelah mereka menjalani beberapa tes mental dan daya ingat. Peneliti yang merupakan psikiater dari University of Cincinnati yakin antioksidan yang terdapat pada anggur membuat daya ingat mereka semakin membaik.
"Hasil tes para partisipan menunjukkan peningkatan daya ingat jangka pendek dan non verbal setelah 12 minggu mengonsumsi jus anggur tanpa campuran apapun," kata Dr. Robert Krikorian, kepala peneliti dari University of Cincinnati.
Penelitian ini memperkuat teori bahwa makanan yang mengandung antioksidan tinggi dapat mencegah penurunan fungsi otak dan memperlambat penurunan daya ingat. Dr. Krikorian menguji coba jus anggur ungu pada orangtua yang mengalami masalah daya ingat berusia antara 75 hingga 80 tahun.



Sumber: http://adhiklik.blogspot.com

Asal usul penyakit typhus

Penyakit Typhus atau Demam Tifoid (bahasa Inggris: Typhoid fever) yang biasa juga disebut typhus atau types dalam bahasa Indonesianya, merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut yang selalu ada di masyarakat (endemik) di Indonesia, mulai dari usia balita, anak-anak dan dewasa.
Menurut keterangan dr. Arlin Algerina, SpA, dari RS Internasional Bintaro, Di Indonesia, diperkirakan antara 800 – 100.000 orang terkena penyakit tifus atau demam tifoid sepanjang tahun. Demam ini terutama muncul di musim kemarau dan konon anak perempuan lebih sering terserang, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah 5 tahun.
Cara Penularan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Penyakit demam Tifoid ini bisa menyerang saat kuman tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Dan melalui peredaran darah, kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Ia kemudian berkembang biak dalam hati dan limpa yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

Tanda dan Gejala Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Penyakit ini bisa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Kemudian mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak disana yang menyebabkan rasa nyeri saat diraba.

Gejala klinik demam tifoid pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain ;

  1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
  2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.
  3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
  4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).
  5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.
  6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.
Diagnosa Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Untuk ke akuratan dalam penegakan diagnosa penyakit, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu.

  1. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia.
  2. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif.
  3. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces.
Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan pembawa kuman (carrier).
Sedangkan untuk memastikan apakah penyakit yang diderita pasien adalah penyakit lain maka perlu ada diagnosa banding. Bila terdapat demam lebih dari lima hari, dokter akan memikirkan kemungkinan selain demam tifoid yaitu penyakit infeksi lain seperti Paratifoid A, B dan C, demam berdarah (Dengue fever), influenza, malaria, TBC (Tuberculosis), dan infeksi paru (Pneumonia).
Perawatan dan Pengobatan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam Tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Pasien harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan.

Selain obat-obatan yang diberikan untuk mengurangi gejala yang timbul seperti demam dan rasa pusing (Paracetamol), Untuk anak dengan demam tifoid maka pilihan antibiotika yang utama adalah kloramfenikol selama 10 hari dan diharapkan terjadi pemberantasan/eradikasi kuman serta waktu perawatan dipersingkat. Namun beberapa dokter ada yang memilih obat antibiotika lain seperti ampicillin, trimethoprim-sulfamethoxazole, kotrimoksazol, sefalosporin, dan ciprofloxacin sesuai kondisi pasien. Demam berlebihan menyebabkan penderita harus dirawat dan diberikan cairan Infus.
Komplikasi Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Komplikasi yang sering dijumpai pada anak penderita penyakit demam tifoid adalah perdarahan usus karena perforasi, infeksi kantong empedu (kolesistitis), dan hepatitis. Gangguan otak (ensefalopati) kadang ditemukan juga pada anak.

Diet Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Penderita penyakit demam Tifoid selama menjalani perawatan haruslah mengikuti petunjuk diet yang dianjurkan oleh dokter untuk di konsumsi, antara lain :

  1. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin & protein.
  2. Tidak mengandung banyak serat.
  3. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas.
  4. Makanan lunak diberikan selama istirahat.
Untuk kembali ke makanan "normal", lakukan secara bertahap bersamaan dengan mobilisasi. Misalnya hari pertama dan kedua makanan lunak, hari ke-3 makanan biasa, dan seterusnya.
Pencegahan Penyakit Demam Typhus (Tifoid)
Pencegahan penyakit demam Tifoid bisa dilakukan dengan cara perbaikan higiene dan sanitasi lingkungan serta penyuluhan kesehatan. Imunisasi dengan menggunakan vaksin oral dan vaksin suntikan (antigen Vi Polysaccharida capular) telah banyak digunakan. Saat ini pencegahan terhadap kuman Salmonella sudah bisa dilakukan dengan vaksinasi bernama chotipa (cholera-tifoid-paratifoid) atau tipa (tifoid-paratifoid). Untuk anak usia 2 tahun yang masih rentan, bisa juga divaksinasi.



Sumber : http://adhiklik.blogspot.com

Prinsip Akuntansi Indonesia

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

Di bidang akuntansi dan keuangan terutama audit di Indonesia, dikenal istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia” (merupakan padanan dari frasa “generally accepted accounting principles”) adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu. Prinsip akuntansi yang berlaku umum di suatu wilayah tertentu mungkin berbeda dari prinsip akuntansi yang berlaku di wilayah lain. Oleh karena itu, untuk laporan keuangan yang akan didistribusikan kepada umum di Indonesia, harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sesuai standar pelaporan pertama dari standar auditing, auditor dalam laporannya akan mengungkapkan dalam apakah laporan keuangan yang diaudit telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.



Sumber : http://adhiklik.blogspot.com

Kamis, 28 Juni 2012

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Patogenesis kanker paru belum benar-benar dipahami. Sepertinya sel mukosal bronkial mengalami perubahan metaplastik sebagai respon terhadap paparan kronis dari partikel yang terhirup dan melukai paru. Sebagai respon dari luka selular, proses reaksi dan radang akan berevolusi. Sel basal mukosal akan mengalami proliferasi dan terdiferensiasi menjadi sel goblet yang mensekresi mukus. Sepertinya aktivitas metaplastik terjadi akibat pergantian lapisan epitelium kolumnar dengan epitelium skuamus, yang disertai dengan atipia selular dan peningkatan aktivitas mitotik yang berkembang menjadi displasia mukosal. Rentang waktu proses ini belum dapat dipastikan, hanya diperkirakan kurang lebih antara 10 hingga 20 tahun.

Lebih dari 90% kanker paru berawal dari bronkus, hingga kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
  1. Karsinoma sel skuamus
  2. Karsinoma sel kecil
  3. Karsinoma sel besar
  4. Adenokarsinoma paru
Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
  1. Adenoma (bisa ganas atau jinak)
  2. Hamartoma kondromatous (jinak)
  3. Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.



Sumber : Www.wikipedia.org

Suku Bugis

Bugis merupakan kelompok etnik dengan wilayah asal Sulawesi Selatan. Penciri utama kelompok etnik ini adalah bahasa dan adat-istiadat, sehingga pendatang Melayu dan Minangkabau yang merantau ke Sulawesi sejak abad ke-15 sebagai tenaga administrasi dan pedagang di Kerajaan Gowa dan telah terakulturasi, juga dikategorikan sebagai orang Bugis. Berdasarkan sensus penduduk Indonesia tahun 2000, populasi orang Bugis sebanyak sekitar enam juta jiwa. Kini orang-orang Bugis menyebar pula di berbagai provinsi Indonesia, seperti Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Orang Bugis juga banyak yang merantau ke mancanegara.
Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi, yang berarti orang Bugis. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana, Kabupaten Wajo saat ini, yaitu La Sattumpugi. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya, maka mereka merujuk pada raja mereka. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau orang-orang atau pengikut dari La Sattumpugi. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu, ayah dari Sawerigading. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk, Kaili, Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.



Sumber : Www.wikipedia.org